menunggu pelangi


sembari menikmati semilir angin yang menyusup dari jendela ruang kecilku

pelangi yang kunanti...

Semua menjadi nampak gelap. Air itu tumpah. Basah. Tak sempat gerimis turun, namun butiran air menghujam bumi kali ini dengan kecepatan yang sangat tinggi, menerobos udara di atas kota pelajar ini.
Jogja hujan deras.
Semua terjadi begitu saja.
Tanpa mendung, hujan itu membanjiri kotaku.
Tiba-tiba. Tumpahan air begitu melimpah ruah.
Ya Rabb, ku mohon jangan sampai hujan ini membuat kotaku tergenang air.
Aku tau, jika saja manusia-manusia yang menempati daratan ini taat padaMu, menjaga karuniaMu, maka, setiap hujan datang, air akan mengalir sesuai dengan alirannya tanpa tersumbat, tanpa ada sesuatu yang membendung. Namun, baik tumpukan sampah, maupun struktur bangunan yang dibuat manusia-manusia ini tlah membuat si air tak bisa mengalir dengan yang seharusnya. Terjadilah banjir.
Tunggu, kali ini aku sedang tak ingin membicarakan banjir.

Hujan.
Ya, hujan yang turun kali ini, tak seperti hujan-hujan yang membasahi tanah ini sebelumnya. Hujan yang tak kunjung berhenti. Bahkan aku sudah basah kuyup, di balik jas hujan yang kupakai. Bukan, bukan karena jas yang kupakai koyak atau robek. Namun, saking lebatnya hujan kali ini, bahkan jas hujan pun tertembus air. Dalam kondisi seperti ini pun, aku harus tetap yakin bahwa hujan ini pasti akan segera berhenti dan akan muncul pelangi. Aku yakin itu.
Mungkin, kini semuanya terasa sangat berat untuk kuhadapi, namun kutetap yakin, Allah sedang mempersiapkan scenario terindahNYA khusus untukku.
Tanah yang basah akan menjadi saksi. Betapa aku tetap tegak berdiri di atasnya. Menunggu air menghujani bumi dan berganti menjadi pelangi. Aku akan tetap di sini. Bertahan. Tak akan menyerah dan pergi. Aku akan menunggu saat itu tiba. Menunggu pelangi menyapaku… dan aku akan tersenyum menyambutnya. Saat itu, hujan telah menjadi masa lalu pada akhirnya. Dan aku pun harus tetap bersiap dengan jas hujan karena hujan akan kembali datang, suatu saat nanti.
Ujian demi ujian adalah hujan.
Ya Rabb, terima kasih kali ini Engkau memberiku hujan tanpa mendung. Bahkan tanpa gerimis.
Hingga tulisan ini digoreskan, hujan belum juga mereda. Tapi aku akan tetap bertahan ya Rabb…
La haula quwwata illa billah!!!

Advertisements

2 thoughts on “menunggu pelangi

  1. Kadang setelah hujan, pelangi tak juga muncul
    Justru mendung datang menyambut
    Atau malah panas yang tak terkira
    Karena hidup tak selamanya mulus
    Karena hidup tak selamanya lurus
    Hidup hanyalah pergantian masa yang mudah terlupa

    Be realistic……

    • betul3x… kadang pelangi yang kita tunggu tak mau memunculkan diri.
      dan kita pun harus bersabar. yang pasti, kita tahu bahwa berpendarnya titik2 air hujan bersama sinar matahari itu selalu memunculkan warna indah. hanya saja, kadang mata kita tak dapat melihatnya..
      aku kan tetap di sini dan tak akan pergi…karena aku yakin, Allah menurunkan berkahNya dalam setiap tetesnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s