merindukan matahari


“maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” (Ar Rahmaan : 55)
Satu pekan lebih ku tak menemuinya. Pagi, siang, sore, kami diliputin oleh gelap. Gelap ini disinyalir adalah karena hujan,baik hujan abu, hujan air, hujan pasir, maupun hujan lumpur. Lebih dari satu pekan kami menjalani hari seperti ini.bahkan terkadang jam 14 siang, suasana yang kami rasakan seperti sore menjelang maghrib.
Hingga suatu pagi, tanggal 11 November 2010, aku merasakan pagi yang berbeda. Kumelihat secercah cahaya matahari menerobos masuk ke pekarangan rumah. Aku pun bersorak bersyukur, dan mulai mengeluarkan tumpukan jemuran yang selalu menunggu sang surya itu menyapa. Namun, ternyata beberapa saat setelah itu matahari cepat-cepat menyingkir. Pergi. Dan hujan abu pun turun dengan cukup deras.lagi-lagi, kami kehilangan matahari.

matahari

mentari yang kurindukan

Matahari menjadi sesuatu yang sangat dinantikan bagi kami.dan ini menyadarkan kita, ternyata satu pecan tanpa matahari, kita akan mendapatkan berbagai macam kesulitan. Salah satunya, kehabisan baju bersih ^_^.
Intinya, hanya ingin menyampaikan bahwa matahari adalah nikmat Allah yang mungkin selama ini kita lupa untuk mensyukurinya. Alhamdulillah, kini matahari sesekali menyapa kami. Meski terkadang ia tak bisa menemani kami sepanjang hari..

Dalam sepenuh syukur atas segala nikmatNYA,
14 November 2010

merapi dan matahari

mentari pertama yang muncul. nampak semburan merapi ke arah wilayah desaku. tak lama dari foto ini diambil, mentari kembali tertutup oleh abu2 merapi...

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s