my beloved…


just wanna say… “I Love you, ummi and Bapak”

Mereka menginginkanku menjadi da’i, di atas segala yang kulakukan!

selalu kuingat pesan Bapak di ‘iedul fitri setahun silam…
ketika kucium tangannya dan aku sungkem padanya
ketika air mata ini mengalir, di ruangan yang saat itu hanya ada aku dan Bapak saja
ia memelukku erat
ia mengusap lembut kepalaku
ia mengucap banyak kalimat yang semakin membuat air mata ini terus mengucur deras,
hanya satu yang ingin kubagi, kalimat Bapak “ndak apa2 belum lulus, Bapak tahu waktumu untuk dakwah, bukan untuk yang lain-lain… tetap istiqomah ya, tetap di barisan terdepan”
kini, ‘iedul fitri 1430 H telah lewat setahun lebih
dan ternyata belum juga aku bisa membawakan undangan wisuda untuk kedua orang tuaku
Bapak, kini ku sedang berjuang untuk menyelesaikan tugas akhirku di antara tugas-tugas dakwahku yang lain. jika kemarin2 lulus belum menjadi prioritas. kini, itu telah menjadi prioritas untukku. karena ku harus segera melanjutkan dakwahku ke ranah yang lain. semoga Allah memberi kekuatan untuk melewati ujian2 yang diberikanNYA dalam ikhtiarku ini.
kini, tak jarang guyonan dilontarkan Bapak padaku masih dengan senyumnya yang ringan, “dulu pas masuk Ekonomi katanya mau lulus 3,5 tahun?” ia tidak pernah memarahiku, karena Bapak tahu apa2 yang kulakukan. meski beliau faham itu, beliau tetap mengingatkanku pada kewajibanku yang satu itu.
Bapak, terima kasih atas semuanya, janji lima tahun yang lalu itu masih terus kujaga…

ummi…
masih ingat saat mendadak aku harus berangkat ke Lampung, menghadiri Munas FSLDK. mendadak karena rencana awal aku tak berangkat. semalam sebelum berangkat kupastikan untuk pulang ke rumah, meminta izin ummi dan Bapak. awalnya berat, karena saat itu tidak ada persiapan dan di Lampung cukup lama, dua pekan, dan harus bolos kuliah SP (ini menyebabkan aku tak dapat ikut ujian dua mata kuliah). namun, ummi dengan tatapan teduhnya hanya mengatakan, “selamat berjihad ya, nak. ummi tahu, engkau berangkat ke Lampung untuk berjihad”
sungguh, saat itu bergetar aku mendengarnya. sungguh tak biasa ummi berkomentar sependek ini dan sedalam ini…

mereka sumber inspirasiku, memberi pejaran berharga dari hari ke hari...

Akan kupersembahkan skripsiku ini (yang tengah teronggok di sebuah folder di laptopku tak tersentuh hampir selama satu bulan ini, karena beberapa saat kutinggalkan untuk menjadi relawan di posko merapi, dan kini dilanjutkan menjadi sekretaris di Tim Program -RR- Merapi DPW PKS DIY) untuk ummi…untuk ummi… untuk ummi… dan untuk Bapak… di sela2 aktivitasku itu semua, aku akan tetap segera menyelesaikannya ^_^
Ummi, Bapak, nahnu du’at qabla kulli syai’in…
terima kasih atas segalanya, selama ini
special thanks for Bapak yang begitu sering kurepotkan, beliau selalu setia menjemputku jam 21, jam 22, jam 23, dan bahkan ditemani hujan deras, untuk membawaku pulang ke rumah yang berjarak 20km dari sekolahku itu ketimbang mabit di sekolah… Aku lebih memilih pulang ke rumah, karena di sela aktivitasku di Jogja, saat aku ke magelang untuk ngisi acara di sekolah, itu adalah waktu pulangku. Dan Bapak memilih untuk menjemputku dan membiarkanku “mampir” ke rumah, meski pulangnya larut malam dan paginya aku musti segera kembali ke Jogja lagi…
Bapak setia menjemputku saat aku ngisi acara di sekolah, karena beliau mendukungku. terkadang beliau mencuri-curi penglihatan dari belakang saat aku menjadi pembicara di dauroh2 di sekolah sambil menungguku selesai ngisi. mendengarkan apa yang kusampaikan, dan terkadang di jalan, beliau memberiku komentar tentang apa yang kusampaikan. lalu menjadi diskusi yang mengasyikkan. Tak jarang pula aku mengatakan, “Bapak antarjemput uzi ke acara2 dakwah itu adalah bentuk jihad Bapak. ga apa2 ya Pak.” ehm…agak merayu, tapi Bapak selalu menjawab dengan senyum bahagia..

ini hanya sepenggal kisah bagaimana Ummi dan Bapak menginginkanku berprofesi menjadi da’i, tanpa harus mengucapkannya padaku. tapi, pengertian mereka padaku selama ini… membuatku semakin ingin bersama mereka kelak di syurga, dengan menjadi anak Sholih untuk mereka…
aku belum menjadi da’i seperti yang diinginkan mereka. karena masih saja banyak kurangnya. terlampau banyak. tapi aku akan berjuang untuk mereka.

thanks for all, both of you are the best i have…
Bapak, perjalanan malam yang terus kuingat, berdua dengannya mendorong motor karena macet di tengah malam menjelang jam 12, diguyur hujan deras, dan dengan kondisi beliau yang saat itu sedikit kurang sehat… dan ia tetap tersenyum…
maaf banyak merepotkanmu, Bapak dan ummi, i love you ^_^

Advertisements

5 thoughts on “my beloved…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s