DAKWAH KAMPUS, PROBLEMATIKA, DAN SOLUSINYA


    Oleh : Fauziyatul Muslimah
    Mahasiswa FEB UGM

“Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan karena kamu tetap mempelajarinya.”
(QS. Ali Imron: 79)

”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.”
(QS. An Nahl: 125)

Menilik Kembali Substansi Dakwah Kampus
Hari ini dunia tengah melalui sebuah fase perubahan yang sangat besar. Tercatat setelah tumbangnya kekhalifahan Turki Utsmani, dunia mulai mengalami perguncangan yang hebat. Setelah itu diikuti dengan tumbangnya komunisme pada Perang Dunia II, kemudian dunia menjadi satu blok saja. Kemudian musuh Islam mulai menguasai dunia.
Kini, hanya satu yang dapat mengembalikan kebangkitan Islam tersebut, yaitu dengan dakwah.
Da’wah pada dasarnya adalah proses merubah suatu kondisi tertentu menuju kepada kondisi tertentu yang lain yang diinginkan. Yang perlu mendapat catatan dari definisi ini adalah kata merubah. Merubah adalah kata kerja aktif. Dengan demikian da’wah adalah sebuah gerakan (aktif). Gerakan perubahan.
Da’wah merupakan gerakan penyadaran atas potensi fitrah yang dimiliki manusia (7:172, 30:30, 91:8) terhadap kedudukannya sebagai hamba (51:56) untuk beribadah kepada Allah dan sebagai khalifah (2:30) untuk memimpin dan mengelola alam semesta beserta isinya.
Dengan kata lain, da’wah adalah gerakan penyadaran ummat manusia atas fungsi kerisalahan dan kekhalifahan.
Lalu, ada apa dengan dakwah kampus? Kampus merupakan komunitas yang sarat dengan potensi. Kampus dianggap tempat yang paling strategis dalam melahirkan calon-calon pemimpin bangsa. Artinya, kampus sebagai pusat orang-orang yang unggul (centre of excellent). Melalui lembaga-lembaga yang ada, setiap warga kampus berpeluang mengembangkan potensinya. Di komunitas inilah berlangsung proses penyemaian pemimpin masa depan sebuah negeri. Sejarah telah menjadi saksi, hampir tak ada gejolak dan perubahan yang terjadi pada masa belakangan ini tanpa partisipasi masyarakat kampus. Kenyataan inilah yang mendorong terhadap setiap penggagas ide dan ideologi sehingga menjadikannya sebagai sasaran pengaruh pertama dan utamanya. Kampus sebagai pusat aktivitas (centre of activity), pusat pergerakan (centre of movement), pusat informasi (centre of information), dan pusat rujukan (centre of reference), merupakan satu unit kehidupan di dalamnya tergabung berbagai macam elemen, yang dapat memberikan kontribusi positif dan juga negatif kepada da’wah.

Dalam hal ini, mahasiswa merupakan simbol kepemudaan dalam membangun peradaban. Pemuda identik dengan bergerak, anergik, semangat, idealis, dan karakter2 lainnya yang menggambarkan aktivitas dinamis menuju perubahan. Mahasiswa adalah harapan masa depan dan pengemban harapan ummat di masa depan. Di dalamnya berkumpul warga negara “terbaik” dari sebuah negeri.
Kampus memiliki peluang sekaligus potensi untuk meningkatkan prestasi dan prestise warganya. Kampus mampu melahirkan orang-orang yang berpeluang merubah masyarakat. Dengan kata lain, kampus dapat dijadikan sebagai pusat perubahan (centre of change) dengan mahasiswa sebagai agen perubah (agent of change). Alasan inilah yang mendudukan kampus pada posisi penting bagi da’wah Islam kontemporer. Da’wah Islam bukan hanya dituntut berkiprah di kampus, tetapi sekaligus harus berupaya mencari format terbaik sesuai dengan karakteristik kawasan tersebut.
Sejarah perubahan bangsa-bangsa tidak pernah lepas dari peran dan pergulatan di kalangan kaum muda. Bahkan sejarah-sejarah besar yang tertulis dalam berbagai kitab suci juga penuh dengan sejarah heroisme dan progresifitas kaum muda. Di dalam Al-Quran,Nabi Ibrahim ditampilkan sebagai seorang muda yang mencoba merubah dan melawan ketidakadilan Fir’aun-bahkan sebelum diangkat sebagai seorang Nabi sekalipun. Kisah Ashabul Kahfi juga menggambarkan bagaimana kaum muda melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang zalim. Satu hal yang pasti,di dalam sejarah itu,dimana melibatkan kaum muda, ada satu situasi “perlawanan”menuju perbaikan, dekonstruksi-konstruksi yang senantiasa mengiringinya.
Proses dekonstruksi-konstruksi dalam sebuah bangsa adalah esensi perubahan. Dan esensi dakwah sendiri adalah bagaimana merubah situasi sosial masyarakat yang tidak manusiawi, tidak memiliki nilai moral Ketuhanan,tidak Islami menjadi situasi sosial masyarakat yang memanusiakan manusia dan Islami. Ujungnya adalah terbentuknya peradaban bangsa yang kuat dengan di dasari nilai dan moralitas Ilahiyah. Dan proses-proses perubahan itu sendiri timbul karena adanya dorongan gerakan dakwah. Tanpa ini,cita-cita perubahan hanya menjadi wacana dan konsep.
Di negeri kita Indonesia, proses-proses perubahan tidak lepas dari peran kaum muda, terutama kaum muda terdidik atau mahasiswa. Bahkan perannya makin menonjol di era pergerakan kemerdekaan. Kaum muda terpelajar melakukan konsolidasi, pengkaderan dan advokasi rakyat di hadapan kolonialis Belanda. hingga bangsa ini merebut kemerdekaan. Awal kemerdekaan bangsa ini dipenuhi pemikiran dan geliat pergerakan kaum muda terpelajar (mahasiswa).
Secara sosial kampus merupakan lingkungan kaum muda terpelajar (mahasiswa) yang senantiasa diasah kemampuan berpikirnya. Sehingga yang dikembangkan kepada mahasiswa adalah kemampuan nalar logika,nalar kritis, rasionalitas dan tentunya kesadaran dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Sehingga ketika kampus/mahasiswa diinjeksi dengan sebuah gerakan dakwah,maka pada dasarnya ada transformasi nilai-nilai Ilahiyah kepada mahasiswa. Sehingga tumbuh pemahaman dan kesadaran akan posisi dan tanggung jawabnya dalam kehidupan di muka bumi (khalifatu fil ardhi).
Secara umum dakwah kampus menjadi titik temu antara dunia kampus yang liberal (material),nilai-nilai dakwah Ilahiyah dan semangat darah muda (psikologis). Pada situasi yang saling bersinergi, Dakwah Kampus akan menjadi energi perubahan yang besar (agent of change). Karena kemampuan nalar kritis di dasari oleh visi Ilahyah dan tanggung jawab kepemimpinan serta di dorong oleh semangat segera bertindak melakukan perbaikan.
Tantangan berat bagi perkembangan Dakwah Kampus datang dari arus kapitalisme dan liberalisme yang telah menyentuh berbagai sendi kehidupan ummat ini. Hal ini paling dirasakan pada aspek pendidikan tinggi yang terus di dorong untuk melakukan liberalisasi. Dampaknya adalah makin mahalnya biaya pendidikan dan makin ketatnya jadwal akademik mahasiswa. Hal ini menimbulkan dilema bagi kalangan mahasiswa antara dunia aktivisme dan akademis.
Aspek yang lain adalah makin menguatnya dunia konsumerisme di kalangan masyarakat. Kapitalisme yang pada dasarnya mendorong masyarakat berperilaku konsumtif, pada saat ini telah mampu mendorong aktifitas dakwah menjadi kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Artinya kajian-kajian Islam lebih menonjolkan sosok (distereotipkan selebritis) dari pada substansi nilai. Situasi ini sering menimbulkan perbenturan antara nilai-nilai Islam sendiri dengan sosok yang telah terkapitalisasi. Efeknya adalah pada pembangunan citra Islam dan kulturasi nilai-nilai Islam.
Untuk itu, aktualisasi peran Dakwah Kampus sebagai problem solver harus dibarengi dengan kejelian memandang fenomena yang berkembang di masyarakat. Misalnya apakah fenomena berduyun-duyunnya masyarakat mengikuti kajian masal menunjukan kehidupan masyarakat cenderung Islami. Karena pada satu sisi dunia mall dan hipermarket juga makin digandrungi. Artinya ada fenomena yang kontradiktif.
Jika Dakwah Kampus hanya ingin meramaikan masjid yang ada di kampusnya maka cukuplah gerakan ini berada di ruang kampus saja. Tapi pasti akan dipertanyakan komitmen kepedulian atas degradasi kemanusiaan yang sedang melanda bangsa ini. Jika Dakwah Kampus ingin memasuki peran penguatan masyarakat, maka Dakwah Kampus harus masuk ke ruang ruang sosial kultural masyarakat.
Tapi jika Dakwah Kampus akan mengambil peran gerakan politik nilai dihadapan penyelenggara negara, maka penting kiranya membangun unifikasi Dakwah Kampus nasional secara definitif. Hal ini juga penting ketika Dakwah kampus akan mermbah ke ruang internasional.
Dakwah kampus, merupakan posisi yang paling strategis dalam mengawal perubahan. Bahkan dakwah kampus dianggap tiang dan puncak aktivitas dari dakwah yang hasilnya paling progresif. Hal ini dapat kita lihat dalam shiroh bahwa generasi awal yang menerima dakwah adalah para pemuda. Dengan adanya dakwah kampus, di harapankan dapat memperbanyak pendukung showatul Islam (kebangkitan Islam). Dakwah kampus adalah untuk membentuk bi’ah (lingkungan) Islamiyah di kampus, dengan begitu arus jahiliyah dalam kampus dapat diredam, bahkan dihancurkan serta menumbuhkan dan mengokohkan tayarul Islamiyah di kampus.
Dewasa ini bangsa Indonesia tengah dilanda berbagai macam krisis yang berkepanjangan dan tak kunjung usai, mulai dari krisis moralitas bangsa hingga problematika kenegaraan. Dakwah Kampus sebagai sebuah entitas vital dan strategis di Indonesia, hendaknya mampu menjadi Problem Solver bagi setiap permasalahan yang ada atau setidaknya bisa memberikan kontribusi nyata bagi setiap upaya perubahan ke arah yang lebih baik. Mahasiswa sebagai agent of change yang memiliki kekuatan idealita serta kejernihan berfikir, hendaknya mampu melandaskan dirinya pada keluhuran akhlak serta budi pekerti yang mulia. Dalam konteks yang seperti inilah, maka Dakwah Kampus memiliki peran yang sangat penting sebagai motor penggerak bagi aktivitas dakwah di Kampus. Aktivitas yang senantiasa mengajak manusia untuk ber-amar ma’ruf nahyi munkar, memberikan pemahaman kepada setiap manusia akan posisi dirinya sebagai abdullah dan khalifatullah fil ardh.
Bisa disadari bahwasanya dalam tatanan realita peran Dakwah Kampus saat ini belum begitu optimal, baik fungsi-fungsinya, ataupun dalam upaya pembentukan dan pencetakan SDM yang memiliki kemampuan atau kompetensi diniyah, fikriyah, maupun harakiyah yang baik bagi para kadernya. Selain itu, efektivitas Dakwah Kampus di masing-masing kampus di Indonesia juga tidaklah sama.
Oleh karena itulah untuk mengatasi permasalahan yang ada, setiap lini Dakwah Kampus perlu segera melakukan optimalisasi peran dan geraknya dengan melakukan perencanaan strategis melalui pembacaan dan analisis kondisi yang tepat sehingga Dakwah Kampus menjadi sarana mencapai kebangkitan Islam yang memiliki orientasi yang jelas, serta didukung oleh SDM yang mampu melakukan pengelolaan dakwah secara professional. dengan memanfaatkan serta mengoptimalkan sarana yang ada, mulai dari manajemen masing-masing lini Dakwah Kampus, hingga tersinergiskannya semua lini dakwah tersebut, bahkan di seluruh kampus di Indonesia.
Selain itu upaya ini merupakan suatu fase yang harus dilalui oleh Dakwah Kampus untuk melebarkan sayapnya ke dalam ranah yang lebih besar lagi. Dakwah kampus di semua lini harus mensinergiskan semua visi misi dalam upaya mengembalikan kejayaan islam akan bersama kita wujudkan

Problematika/tantangan dakwah kampus
Kini, problematika dan tantangan Dakwah Kampus semakin hari semakin berat. Bahkan dari internal kader. Kini, jumlah kader semakin banyak, namun kualitas …….???

Dari eksternal :
1. Struktural-birokrasi.
2. Sosiokultural-budaya, sebagaimana diketahui adanya sikap hidup pragmatisme, materialisme, naturalisme, hedonisme, ataupun keterasingan dosen dengan mahasiswa dan masyarakat, dll.
3. Sumber dana yang kurang tatkala menyelenggarakan program-program da’wah.
4. Komunikasi, baik karena terbatas sarananya ataupun kemampuan komunikasi secara efektif kurang dimiliki oleh para aktivis.
5. Sarana prasarana yang kurang/terbatas dalam menunjang aktivitas da’wah kampus.
6. Orientasi pendidikan yang dikotomis (tidak Islami)
7. Ghozwul fikri dalam seluruh segi (misal : cara berfikir yang sekuleristik)
8. Penyelenggaraan pendidikan yang melanggar akhlaq/adab Islam (semisal : suasana ikhtilat yang terjadi di semua sudut kegiatan masyarakat kampus).

Tolok ukur keberhasilan da’wah kampus :

1. Target da’wah kampus adalah mengingkari thoghut dan beriman kepada Allah, keluar dari jahiliyah menuju Islam (2:256,257; 14:1), sehingga diperoleh kader-kader yang mumpuni dan memiliki keseimbangan intelektual, moral, dan kepemimpinan.
2. Adanya sinergi yang baik antar lembaga da’wah yang ada di dalamnya. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan karyawan. Sedemikian sehingga kebijakan-kebijakan kampus turut serta menyukseskan agenda da’wah kampus.

-Wallahu a’lam bishowab-

”Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dibanding orang yang berdakwah kepada Allah dan melakukan amal shaleh serta mengatakan sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang berserah diri.”
(QS. Fushilat:33)

Bandar Lampung, 25 Juli – 2 Agustus 2007 di sela FSLDKN XIV
Dengan segenap semangat yang membara
Menatap masa depan menuju Indonesia Madani
[sekelumit hasil berpikir dan membaca]

Kembali membuka catatan dakwah kampus, yang akan segera kutinggalkan, dan kuwariskan kepada para penerus perjuangan…
for my little angels, keep spirit and lets give the best! all of u, must be the real mujahidah

Advertisements

9 thoughts on “DAKWAH KAMPUS, PROBLEMATIKA, DAN SOLUSINYA

    • iya mungkin, saya mahasiswa FEB (angkatan tua sekali…), sejak tahun 2008 bertemu dengan akhwat lain yang bernama uzi juga. tapi nama panjangnya bukan Fauziyatul Muslimah. kalo yang namanya Fauziyatul Muslimah ya saya, masih tercatat menjadi mahasiswa FEB UGM (semoga segera lepas status ini).
      ini siapa ya?

  1. Alhamdulillah ukhti punya semangat yang luar biasa dan benar bahwa output dari dakwah kampus diperlukan oleh masyarakat sebagai agent of change terhadap relaita yang ada

  2. bismillah salaamullah alaikum….semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah…ana salut dengan kesungguhan pemilik blog ini dalam dakwah dan rasa perhataian dengan umat islam dipenjuru dunia yang lain…dalam atsar disebutkan (barangsiapa yang tidak memperhatikan problem kaum muslimin maka ia bukan bagian dari mereka)…semoga dapat bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s