Mencari yang amanah


Belajar dari satu peristiwa dalam shiroh, di pagi hari ini:

Suatu ketika Khalifah Umar bin Khattab Rodhiyallahu Anhu berada di tengah-tengah sahabatnya. Khalifah yang bijaksana ini lalu bertanya kepada mereka, ”Sebutkan cita-cita kalian?”
Salah seorang menjawab, ”Saya ingin punya uang serumah ini, kemudian saya sedekahkan fi sabilillah.”
Yang lain lagi menyahut, ”Kalau aku ingin punya emas sebesar rumah ini, kemudian akan aku infaqkan fi sabilillah.”
Kawannya lagi berkata, ”Saya ingin mendapatkan permata sebesar rumah ini, kemudian saya manfaatkan sepenuhnya untuk jihad fi sabilillah.”
Umar belum puas menerima jawaban mereka, maka ia masih bertanya, “adakah di antara kalian yang mempunyai cita-cita yang lain?
Setelah tidak ada yang menjawab, Umar menyampaikan harapannya sendiri.
Ia berkata, ”Aku tidak ingin punya uang, emas, atau permata sebesar rumah ini. Akan tetapi aku ingin mendapatkan orang-orang seperti Abu Ubaidillah Ibnu Jarrah, Hudzaifah Ibnul Yaman, dan Mu’adz bin Jabal sebanyak rumah ini agar mereka dapat aku perbantukan dalam bidang-bidang ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Siapakah ketiga orang yang di mata Umar lebih berharga dari uang, emas, dan permata sebesar rumah tersebut?
Imam Thabrani dalam kitab Al-Kabir meriwayatkan bahwa Umar pernah mengumpulkan empat ratus dinar dan dimasukkan dalam sebuah kantung uang. Kemudian ia menyuruh ajudannya, ”Bawalah uang ini kepada Abu Ubaidah, kemudian perhatikan apa yang ia lakukan atas uang itu.”
Sang ajudan segera melaksanakan tugasnya, menyerahkan uang tersebut kepada Abu Ubaidah.
Setelah diterima, Abu Ubaidah berkata kepada istrinya: “Bagikan uang ini kepada si fulan yang miskin, si fulan yang papa, dan si fulan … dan seterusnya.”
Setelah menyampaikan laporan bahwa uang itu telah dibagi habis, Umar menugaskan ajudan untuk memberikan sejumlah uang kepada Mu’adz bin Jabal.
Kejadian pertama berulang, Mu’adz memanggil istrinya, kemudian berkata: “Berikan uang ini kepada si fulan sebagian, kepada si fulan sebagian … dan seterusnya.”
Ketika ajudan melaporkan kejadian itu kepada Umar, maka ia pun berkata, ”Sungguh mereka adalah kawan-kawanku yang sejati. Andai kata kita temukan orang-orang seperti mereka dalam keadaan sulit seperti yang kita alami saat ini, melambungnya harga-harga sembako tak perlu terjadi.”

Sedikit berintrospeksi atas kondisi negeri kita saat ini.
Ya Rabb, jadikan kami seperti Abu Ubaidillah Ibnu Jarrah, Hudzaifah Ibnul Yaman, dan Mu’adz bin Jabal.
Kami hanya ingin menyampaikan kepunyaan-MU, tak pernah menjadi milik kami. sekali lagi, hanya menyampaikan saja…
Dakwah kita ini, membutuhkan orang-orang yang amanah.
Ya Rabb, jadikan aku hamba yang amanah…
Menyambut hari ini, bersiap tunaikan amanah kembali…

Advertisements

4 thoughts on “Mencari yang amanah

    • jazakillah ukhti. setiap episode shiroh, pasti nice story, bahkan kisah yang berdarah2 pun terasa manis, karena syurga selalu ada di mata para sahabat. sedang kita masih pendangan2 duniawi..
      alhamdulillah mb baik. tia? selamat membangun magelang ya dek. barakallah atas amanah baru di magelang. siap berkarya!

    • adist….jadi terharu. tertatih2 kaki ini melangkah… tantangan harus segera disahut dengan seruan lantang!
      tapi, suara ini tertahan di kerongkongan. gleg. (lulus dulu, zi!)
      insya Allah sedang menyiapkan diri dengan karya yang lebih baik dan yang terbaik. barakalloh atas kelulusannya ya ukh. insya Allah segera nyusul. Semoga kelak menjadi ekonom yang amanah. Amiiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s