ibu…


my beloved mother

di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
kau tetap di sana
di saat aku terluka dan hingga akhirnya tercabik keteguhan hatiku
kau masih di sana
ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan
terhenti oleh kerikil-kerikil tajam dan akhirnya aku pun memilih jeda
kau tetap ada di sana
memberiku isyarat untuk tetap bertahan

ibu
kau basuh kesedihanku, kehampaanku, dan ketidakberdayaanku
ibu,
kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku sedikit cahaya dalam kekalutan berpikirku
kau lakukan hatimu untukku tulus tak berpamrih
ibu,
terima kasih atas segala pengorbananmu
ibu adalah wanita yang selalu penuh perhatian di saat aku sakit
bila aku terjatuh, bila aku menangis,bila aku kesepian
ibu, dalam wajahmu terdapat sinar yang penuh keridhoan dan kasih sayang
sinar penuh kesabaran dan ketulusan
kau korbankan segalanya untukku
aku selalu mengingat saat-saat kau memelukku erat
saat empat helai selimut tak berhasil menghilangkanku dari menggigil kedinginan
aku selalu mengingat wajah tulusmu saat menungguiku, di waktu2 sakitku
bahkan, sempat kudengar kau ucapkan “jika ibu bisa menggantikan rasa sakitmu, biarlah ibu yang merasakan…” sambil menahan genangan di kelopak mata indahmu.

izinkanlah tangan kucium dan bersujud di pangkuanmu
temukan kedamaian di hangat pelukmu…

di dalam hati ku yakin serta percaya
tak akan pernah habis kata-kata ini menuliskan tentangmu, ibu….
akan selalu ada tulisan tentangmu
kemarin
sekarang
dan esok

ibu, i love you…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s