Sebuah tulisan di selembar tissue…


pagi ini, 15 Februari 2011, terasa sangat berkesan untukku
pagi-pagi adik-adik selepas subuh sibuk menulis kata indah untuk saudara-saudaranya
dan saat pukul 06, semua bergegas mengayuhkan sepeda dan men-start motor mereka, bergegas menuju monumen jogja kembali
pertemuan yang insya Allah dinantikan

bergegas berkumpul

bertukar kertas berisikan nasihat
setelah usia ukhuwah kami setengah tahun…

menuliskan nasihat terindah tuk saudara2nya...

tulisan2 berharga

di akhir acara,
ada satu tulisan untukku,
di sebuah lembaran tissue
Untuk Pejuang Allah:
seberapa luas jiwamu wahai pejuang Allah
betapa banyak bilik yang harus kau bangun
untuk menyimpan keluh kesah kami
seberapa kuat hatimu wahai pejuang Allah
betapa sering ombak menghantam dinding hatimu
karena berbagai kenakalan kami

semoga dengan keluasan jiwamu
semoga dengan kelapangan hatimu
semoga dengan kekuatan ragamu
itu akan membawamu kembali padaNYA
memandang wajahNYA, Dzat yang selalu kita rindukan
monjali, 12 Rabiul Awwal 1432 H 08.06 WIB

(dengan beberapa huruf yang kuedit, karena ada beberapa yang perlu diedit)
tissue itu masih kusimpan. dengan tulisan yang terdapat beberapa coretan di sana…

tissue bersejarah


Adik-adikku… terima kasih telah mengisi bilik hati yang penuh warna
tulisan ini,
artinya
aku harus lebih meluaskan jiwaku untuk mereka
aku harus lebih melapangkan hatiku untuk mereka
aku harus lebih menguatkan ragaku untuk mereka
ya, karena selama ini jiwaku, hatiku, dan ragaku, belum mampu
maafkan mbak duhai adik-adikku…

terima kasih untuk pagi ini,
sarapan bersama adik-adik etoser 2010 ^_^

Etoser 2010 di Balairung


-Agus, Yudi, Latief, Syeh Huk, Tri, Wigi, Lani, Birrul, Fajar, Puput, Syarifah, Rizki, Erna, Lovin, Lia, Dani, Nining, Dita, Wiwid-

Advertisements

14 thoughts on “Sebuah tulisan di selembar tissue…

  1. Hmm…pagi itu di waktu yang sama, ketika mbak uzi berkumpul dengan 2010, di tempat lain kami 2008 pun memiliki forum sendiri bersama pendamping. Ketika mbak Uzi berusaha membangun sense of belonging (rasa memiliki) Etos di antara adik2 2010, kami 2008–atau hanya saya?– dengan perasaan campur aduk antara sedih dan gembira, harus mempersiapkan diri meninggalkan “kepompong” Etos tercinta. Rasanya begitu cepat waktu bergulir, mbak. Sepertinya baru kemarin menjalani inisiasi, eh sebentar lagi sudah harus menyusun “skripsi” kelulusan Etos. Semakin dekat ujung waktu itu…
    Pun mbak Uzi, entah sampai kapan akan membersamai keluarga ini. Namun sampai kapan pun, semoga jalinan ukhuwah ini tetap menjadi pengikat hati-hati kita.
    Semangat selalu ya Mbak. Taktunggu wisudanya šŸ™‚

    • Iya nduk, keluarga ini sangat berharga untuk mb. Sampai kapan? Sampai suatu saat nanti, di saat yang tepat dan di saat yang indah (semoga kita meninggalkan etos dalam akhir yang indah…)
      Sedih meninggalkan etos itu pasti. Namun kesedihan ini adalah awal dari kesuksesan! Siap2 untuk mengepakkan sayap kalian. Tinggalkanlah etos dengan jejak kaki terbaik. Catatan/Tugas akhir etos adalah persembahan kalian terakhir untuk etos. Dikerjakan dengan sebaik2nya ya. Semoga mb masih sempat menjadi dosen penguji tugas akhir kalian itu. Dan semoga mb masih sempat menghadiri wisuda etos kalian. Dan semoga mb cepet wisuda…Aamiiin… Jazakillah khoir ya ukhti shoghir almahbubah šŸ™‚

  2. ya Rabb, ikatlah hati-hati kami untuk selalu taat kepadaMu.
    kebersamaan bukanlah tolak ukur kuat lemahnya ukhuwah . .
    tetapi seberapa qt berani mengingatkan saat ada langkah yang kurang tepat, berani mengakui kesalahan saat tidak dapat menjadi teladan. berani membuka pikiran untuk menerima kebaikan. .
    mohon doa nya mb uz,

    • Aamiin.. betul dek, bagaimana kita saling menjaga untuk tetap ada di jalan yang seharusnya.
      Bagaimana kita memberi cinta dengan amal nyata, bukan sebatas kata, meski kadang perih terasa.
      Kerang bernama etos, harus kita jaga bagaimana ia merubah pasir menjadi mutiara.
      Kepompong bernama etos, harus kita jaga bagaimana ia merubah ulat menjadi kupu-kupu.
      Semoga senantiasa dalam naungan kasih sayang Allah…
      *semangat menebar cinta
      uhubbukum fillah.. šŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s