Let It Be!



Kuungkap kata.... kurajut sebuah mimpi..
Kubentangkan sebuah harapan
Sebuah asa yang kuinginkan
Kutelusuri setiap jengkal kehidupanku...
Kucari dan terus mencari...
Perlahan terus perlahan
Diantara mega kehidupan yang mengantungkan cita-cita dan angan
Ku gantungkan harapan itu...
Kutelusuri dan kutelusuri
Setiap apa yang kutemui...
Wahai diri dan kehidupan ini
Apakah akan semua itu kuraih dengan nyata
Hari terus bergulir, dan waktu terus melaju
Kecamuk jiwa semakin membawaku terbang
Melayang ... dan mencari...
Begitu banyak aral yang kutemui
Begitu banyak angan yang terlahir...
Begitu banyak kepedihan yang kurasakan
Perlahan kusadari....
Perlahan kupahami...
Kucoba menahan segala sakit dan pedih...
Kucoba dan terus kucoba
Hari semakin berlanjut aku sudah tak bisa memungkiri karena berjuta rasa pilu merasuk,
sungguh... sakit itu bertumpuk menggunung....
Kusadari dan terus sadari
Kutelusuri hati dan kutelusuri
ada yang indah di akhir perjalanan ini
suatu saat nanti
yang telah menjadi sebuah janji
dari Dzat Yang Maha Suci

Perjuangan mendapatkan jannahNYA adalah perjuangan terindah
meski harus berdarah-darah
setiap episode dalam hidup ini
adalah episode-episode yang sangat berharga
meski saat menjalaninya terasa berat dan menyakitkan
But, la tahzan, innallaha ma’ana

Advertisements

14 thoughts on “Let It Be!

  1. untuk membuat pedang terbaik harus dari baja kualitas terbaik, ditempa oleh padai besi berkualifikasi terbaik, dan ditempa di tempat pilihan.

    • jazakallah mas nugi, telah mengingatkan! terhenyak saat mas nugi bilang di chat: “kapan perjuanganmu ga terjal zi?”. Yup, mengingatkanku pada masa2 itu. Berat. Tapi semua bisa dijalani. Udah lama ga berpuisi, sekalinya nulis puisi yang kayak begini kok ya ketemunya mas nugi. Makasi…makasi…telah mengingatkan! semoga aku adalah pedang terbaik itu! Thanks Allah… ^_^
      Kadang berpikir2, skenario Allah setelah ini apa ya? Selalu lebih berat. Tapi harus selalu siap! Sekarang bagaimana lolos dari ujian yang dihadapi, dan segera bersiap menghadapi ujian selanjutnya. Bener2, emang terjal terus nich. But, Let It Be!!!!!!! πŸ™‚ Karena tempaan akan membuat kita makin istimewa, tentu di hadapanNYA.
      jadi ingat tulisan lamaku: menunggu pelangi. Hujan demi hujan hadir basahiku… Tapi aku suka hujan, karena hujan adalah RahmatNYA, pun ujian ^_^
      Nuwun ya mas nugi…salam buat ponakanku, rafif yg pinter…

    • thanks nduk… jadi terharu…mb udah tinggalkan komen. sebegitunya ya nama mb mengingatkan akan dakwah kampus… semoga memotivasi kita tuk tetap di garda terdepan dalam dakwah πŸ™‚
      saling do’a ya dek,
      matur suwun award-nya…^_^

    • kenapa e wind? sudahlah wind, Let it be… masih ada uzi yang akan temanimu di rumah mungilmu itu, tapi ga setiap hari ya… ^_^ sudahlah, biarkan ia pergi dengan tambatan hatinya… (apa sih!!!!) he2 πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s