Bicara vs Bekerja


Pagi itu, aku ada agenda pertemuan dengan beberapa akhwat yang mengundangku untuk diskusi tentang dakwah kampus. Sesaat sebelum acara diskusi dimulai, ada yang meng-sms ke nomorku. “Mbak, afwan saya telat. Motor saya bermasalah. Rantainya kemasukan kawat. Ga bisa diapa-apain. Gimana ya mbak?”
Segera kubalas sms itu, “Anti di mana?”
“depan pasca sarjana mbak.”
“Oke, tunggu sebentar.”
Aku pamit pergi dan mempersilahkan diskusi terlebih dahulu dan segera kumendatangi adik tersebut.
“Pripun dek?”
“Ga tau mb, tiba2 berhenti.”
Setelah kuperiksa, aku segera beraksi. Kuutak atik sebisaku. Sedari SMA dulu, sering diajarin Bapak utak atik motor, sekedarnya aja, bukan untuk menjadi montir, biar bisa ngatasi masalah2 kecil (Maklum, rumahnya pelosok, sepanjang jalan sepi dan ga banyak bengkel). Tapi kali ini memang cukup sulit. Ehm…berpikir…berpikir… Tink!!!
Akhirnya, kupencet sebuah nama di phonebook.
“Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam. Antum di mana? Di Jogja ga?”
“Ada apa dulu?”
“Mau minta tolong.”
“Apa?”
“Motor adik saya bermasalah. Ada kawat masuk ke rantai. Melilit. Sudah saya utak atik, ternyata ga bisa. Butuh tang. Antum ada ga? Atau kira-kira siapa ya yang punya dan bisa saya pinjam?”
“Wah, saya lagi ga di Jogja zi, coba antum hubungi WA.”
“Ya sudah, saya coba hubungi WA. Matur suwun.”
Setelah itu, WA datang. “Ada apa zi?”
“Afwan jadi merepotkan. Antum bawa tang kan? Ini ada kawat melilit di rantai motor adik saya.”
“Kebetulan ga ada zi. Saya mau lihat dulu kondisinya kayak apa.”
“Ya, baiklah. Monggo.”
Utak atik…. Utak atik. Masih berusaha menyelesaikan masalah, dengan alat seadanya. Tanpa tang.
Tiba-tiba ada orang berhenti. Motornya di parkir. Mengeluarkan peralatan dari jok motornya.
Ia mendatangi kami. Melihat kondisi motor, memutar-mutar roda, dan langsung beraksi. WA pun hanya diam dan langsung bisa bekerja sama dengan orang itu, tanpa kata2. Tang dikeluarkan. Selang beberapa saat, semua selesai. Peralatan dikemas. Dan dia langsung pergi. Untung sempat bilang, “Makasih banyak mas.” Orang itu hanya tersenyum dan pergi.
Tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut orang itu. Kami tertegun.
Sangat.
Peristiwa itu memang sudah terjadi beberapa tahun silam.
Tapi masih jelas dalam ingatan. Subhanallah… siapapun orang itu, terima kasih banyak. Membantu memang tak perlu banyak bicara. Bahkan, saat ia mendatangi kami, tak bertanya ada masalah apa. Tanpa basa basi. Beliau langsung fokus pada pekerjaan yang harus ditangani. Bahkan setelah itu langsung pergi. Sekali lagi, tanpa ada satu katapun yang terucap darinya.
Kami bertiga pun tertegun. WA pamit. Aku dan akhwat kecil itu pun akhirnya meninggalkan depan pasca sarjana itu. Kami semua meninggalkan tempat itu dengan membawa pelajaran berharga.
Dari sana, aku belajar banyak. Bagiku, pengalaman kecil ini bernilai luar biasa. Bahkan ketika pengalaman ini sempat aku share-kan saat mengisi sebuah forum kajian akhwat, banyak pelajaran yang dapat dipetik bersama.
Ketulusan. Keikhlasan. Kepekaan. Kepedulian. Solutif. Tanpa kata, karena semua hanya butuh dilakukan, bukan untuk dikatakan.
Seperti halnya beberapa malam yang lalu, diskusi jarak jauh dengan salah seorang teman di negeri seberang, “Untuk sampai ke puncak gunung, apa sih yang harus kita lakukan?”
“Melangkahkan kaki. Mendaki.”
“Ya, hanya melangkahkan kaki, dan tak perlu banyak bicara.”

Advertisements

6 thoughts on “Bicara vs Bekerja

    • iya wind…sedang belajar untuk demikian. tapi diskusi dan pembahasan itu terkadang penting. yang terpenting solutif aja si, dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah aksi nyata. Okey… Jzk khoir atas kebaikan ewind padaku…^_^ Allah yang dapat membalasnya wind.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s