ujian itu bukan pilihan


Awal surah Al-Ankabut sudah sangat jelas menjelaskan pada kita, kenapa kita diuji?
orang beriman = ujian.
ujian memang bukan pilihan dan itu merupakan sebuah keniscayaan.
Kita lihat saja pembuatan logam, ia akan menjadi logam yang kuat setelah ditempa panas berulang-ulang.
Menapaki anak-anak tangga.
Jadi teringat cerita dari seorang ustadzah beberapa hari yang lalu saat aku silaturrahim, tiba-tiba anak bungsunya datang dan bertanya, “umi…matahari itu isinya bulan bukan?”
aku tersenyum. uminya pun tersenyum. “apa ya mah?”, kami jawab saja tanah, air, dan udara yang sangat panas sehingga berpijar (bersinar), seperti bola api besar…
ehm…umi pun bercerita, pertanyaan anak2 itu kadang aneh2. kadang butuh waktu untuk berpikir jawaban yang paling tepat agar bisa dimengerti oleh sang anak. yup betul…
lalu umi bercerita saat anak pertama beliau melihat video tsunami, komentarnya : “ummi, itu ada anak kecil. Allah tega banget ya mi. dia kan masih kecil, belum punya dosa. kok Allah tega banget si mi?”
EHm…sang ummi pun butuh waktu untuk dapat memahamkan pengertian ini pada si buah hati. suatu ketika, di sebuah perempatan, ada anak kecil tuna netra. sang ummi bertanya, “Mas, mau ga jika diberi ujian Allah seperti anak itu?”
“Nggak mau mi.”
“Ya, anak kecil itu tidak punya salah apa2. Tapi Allah mengujinya sedemikian besar. Ujian itu bukan pilihan Mas, tapi memang apapun yang Allah berikan untuk kita, harus kita terima. Bagaimanapun keadaannya. di situlah, ladang pahala untuk orang-orang yang bersabar. Anak kecil itu kalau ditanya pasti jawabannya sama dengan jawabanmu. Pasti tidak mau. Tapi ia tidak ada pilihan selain menjalani hidupnya sesuai dengan skenario Allah. Dulu, saat tsunami pun demikian. Allah punya cara khusus untuk menguji hambaNYA, sebagai bukti atas kesabarannya. Untuk mengangkat derajatnya.”
“Oo…”
YUp, ujian itu bukan pilihan. Masing2 diri kita punya ujiannya sendiri-sendiri. Sesuai dengan kemampuannya. Satu hal yang hingga kini kuyakini, Allah tidak akan salah memilihkan ujian untuk hambaNYA. So, kita terima dengan lapang dada. Kita jalani semua dengan tersenyum, tanpa berkeluh kesah, dan tanpa ada sedikitpun rasa ingin menyerah.
Ujian pada hakikatnya adalah sebuah anak tangga yang harus kita lewati untuk menuju posisi yang lebih tinggi, di mata Allah.
Ujian adalah hal yang akan memperkaya jiwa kita. Tentu jika kita berhasil melewatinya, berhasil bersabar atasnya.
Setiap ujian datang, rasakanlah di sana ada kasih sayang Allah yang begitu dalam.
Mengingat kembali proses pembuatan logam. Ia hanya akan kuat dengan banyaknya tempaan untuknya. Oh, so great…!!!
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang bersabar.” (2:142)
Dan jangan lupa, La yukallifullahu illa wus’aha…
So, optimislah jalani hari-harimu yang penuh dengan ujian ini. Ingat, ujian para Nabi dan Rasul jauh lebih berat ketimbang kita, jauh…jauh…jauh lebih berat.
We must survive!!!
Syurga bukan tempat orang2 yang mudah menyerah, bukan tempat orang-orang yang berputus asa, bukan tempat orang-orang yang berkeluh kesah.
Ujian itu bukan pilihan. Pilihan kita hanya ada dua : sabar atau tidak sabar!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s