My Supermom…1#


sempat kuambil foto ummi sesaat sebelum pamit ke Jogja

Memulai bulan baru dengan semangat baru
Sambut Sya’ban dengan harapan
Masih terasa hangat hingga kini saat kucium tangannya tadi pagi
Berpamitan ke Jogja, meneruskan langkah…
Ibu…
Betapa ia terbaik untukku
Saat aku bertutur tentang kabar tak menyenangkan kali ini
Meski perih
Aku tetap menyuguhkan senyum ceriaku
Ia berkaca-kaca
Ku tahu, air mata yang tertahan itu bukan karena ia kecewa atau sedih
Air mata itu untuk kesedihanku
Itulah ibu
Perasaan empati yang begitu besar dari seorang ibu
Kuyakinkan ia, i’m fine… ia pun akhirnya tersenyum
Ya, ibu akan menangis mengetahui anaknya terluka
Seorang ibu pasti akan mengkhawatirkan anaknya
Setegar apapun ia
Teringat saat aku menangis menahan sakitku beberapa tahun yang lalu
Ibu menahan tangisnya, dan berkata, “seandainya sakitmu bisa ibu gantikan… sabar ya nak.”
Mungkin, saat itu ibuku jauh lebih sakit
Mungkin, saat itu ibuku jauh lebih sedih
Melihatku lemah menahan sakit
Subhanallah… ia lambang kasih abadi
Ia, akan selalu ada
Meski mungkin hanya dalam do’a

Tulisan untuk ibu, tak akan pernah akan ada habisnya…

Advertisements

2 thoughts on “My Supermom…1#

  1. ribuan kilo jalan yang kau tempuh
    lewati rintang untuk aku anakmu
    ibuku sayang masih terus berjalan
    walau tapak kaki penuh darah penuh nanah

    seperti udara kasih yang engkau berikan
    tak mampu ku membalas

    ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
    sampai aku tertidur seperti masa kecil dulu

    lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
    dengan apa membalas

    ibu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s