Telah Usai TENs 2011 (Tulisan yang tertunda)


bersama etoser 2010, selepas teatrikal puisi

bersama etoser 2010 pasca pentas teatrikal puisi

Usai sudah amanah Temu Etos Nasional 2011 di Jogjakarta.
Sebenarnya udah lama pengen nulis tentang hiruk pikuk TENs, tapi keburu ide-idenya ngilang. Mau ga nulis, kok agak sayang…jadi tetep nulis aja ya…seadanya dulu, semoga sempet menyempurnakan…
Alhamdulillah… TENs 2011 telah berhasil terselenggara di Jogja, edisi perdana diselenggarakan di Luar LPI, Bogor – Jakarta. Semoga menjadi amal ibadah untuk semuanya, baik panitia, manajemen pusat, manajemen daerah, maupun peserta.
Spesial untuk panitia, selamat atas keberhasilan kegiatan TENs kali ini. Lelah itu insya Allah akan terasa nikmat. Semoga menjadi catatan amal yang akan menemani kita kelak di akhirat. Kalian hebat! Teringat saat masih mensupervisi kalian dulu, pertemuan pagi hari di masjid kampus. Semangat kalian telah mengalahkan segala bentuk penghalang.
Untuk peserta, semoga bisa mengambil ibroh dari serangkaian kegiatan.
Untuk juara umum, Etos semarang, Barakallah, semoga semakin baik dari hari ke hari dan semoga bisa menebar kebaikan atas kesuksesannya…
Untuk Etoser Jogja 2010, selamat telah menjadi runner up ^_^, ga nyangka ya? Karena kita tak pernah berpikir untuk menjadi juara. Semangatnya adalah memberikan yang terbaik, urusan kalah dan menang, kita tetap menjadi pemenang, yang penting bisa ngambil hikmah. Jadi ingat pas mba agak gregetan trus mengeluarkan jurus ancaman, hehe… “Mba mudur ni dari etos” :-p
Alhamdulillah… Paling hebatnya, Jogja yel-yel terbaik. Profesi mba jadi koreografer ternyata tak sia-sia ya… he2 🙂 (padahal yang bikin menang karena ijab qobulnya ya? Koreografernya kan kerjaannya cuma ngontrol biar kalian ga aneh2 aja, peran sutradara juga biar kalian ga pada berantem :-D)
Adik-adik etoser 2010 yang luar biasa, berwarna-warni, unik dan beragam. Hampir tiap hari menemani mereka latihan. Yel2nya juara 1, film profilnya nominasi kedua… Aku yang saat itu jadi koreografer dan sutradara dadakan jadi mikir, apakah sebenarnya aku punya bakat seni ya? Ehm, perlu dikaji, menarik ni…
Dari awal kepanitiaan, membersamai adik2 2009 yang penuh semangat.

Pembuatan proposal yang bikin pada kalang kabut karena berkali2 revisi. Dinamika tim yang luar biasa. Konflik yang mendewasakan. Tekanan eksternal yang menguatkan. Hingga akhirnya semakin dekat hari H… semakin muncul hal-hal aneh. Menjadi kisah lucu yang membuat keheranan.

Obrolan2 aneh yang ga nyambung…

A :“Sakit apa pak?”
B :“Kelas 2 SMP”
Ngik…ngik…

A: “Ayo kita mulai rapatnya.”
B: “Afwan, saya sedang puasa.”
Krik…Krik…

Di hari H, dua akhwat panitia membeli oleh-oleh untuk pembicara, mereka tertidur di tempat penjualan, sampai dibangunkan oleh penjualnya. Dan pas mau bayar, mereka kaget melihat uang yang ada di dompet, mereka baru sadar, uangnya belum berkurang, padahal mereka baru saja isi bensin di SPBU. Ternyata mereka belum bayar pas beli bensin di SPBU. Kok yo bisa-bisanya..petugasnya juga rada ngantuk mungkin.

Persiapan hari ke-5, Launching Sekolah Desa Produktif… menyisakan banyak cerita untuk sebagian panitia yang malam-malam naik mobil pick up bawa perkap ke Cangkringan. Dzikr maut yang cukup menegangkan ^_^

Belum lagi sebagian panitia yang lain, yang kethar kethir nunggu di Cangkringan malam itu…

Pernah juga, adik2 beli makanan tapi makanannya ga dibawa, sadar2 dah sampai asrama.

Memang banyak kejadian aneh bin lucu. Percakapan2 yang ga nyambung. Lupa bayar bensin di SPBU. Ketiduran di penjualan oleh-oleh. Dan masih ada pengalaman lucu lainnya. Saking riwehnya. Saking pusingnya…

Bersyukur, diberi kesempatan untuk mengalami semua itu. Pengalaman selama sekitar enam bulan Januari – Juli ini kalo diceritain bakal panjang banget. Belum lagi kadang tiba-tiba ada yang teriak di asrama setelah baca sebuah sms, mengagetkan seisi asrama. Ada pula yang tiba-tiba mengunci diri di dalam kamar, sibuk berdua dengan si laptop ngutak atik keuangan. Ada juga yang sampai didatengin orang tuanya saat hari H saking lamanya ga pulang ke rumah.
Adik-adikku, mereka belajar tentang kekecewaan,
mereka belajar tentang persaudaraan,
mereka belajar tentang keikhlasan,
mereka belajar tentang luka dan menyembuhkannya,
mereka belajar tentang optimisme,
mereka belajar tentang memberi,
mereka belajar tentang kehidupan…
Tak hanya mereka, tapi kami… seluruhnya…
tak jarang protes-protes kecil muncul di perjalanannya, tapi pada akhirnya… aku bahagia melihat mereka tersenyum saat hari H. Lelah itu tak terasa…
At least, its the great lessons for us…
Terima kasih pula bantuan dari beberapa etoser daerah lain di hari H.
And the last, I’m proud of you all…

Pembukaan TENs

Etoser 2010 Jogjakarta

Etoser Nusantara

seminar nasional

Launching SDP

Pak Ahmad Juwaini (DD) bersama wakil Pemprov melihat karya SDP

outbond di kali gendol

teatrikal etoser jogja

panitia

etoser 2010 bersama jajaran LPI - DD

etoser 2010 dan jajaran LPI

Persiapan etoser 2010 menuju TENs

kumpul di masjid kampus

membersamai perjalanan mereka

di bunderan UGM

latihan teatrikal di basecamp (bawah jembatan teknik)

to be continued… (belum bisa upload foto2 yang lain)

Advertisements

8 thoughts on “Telah Usai TENs 2011 (Tulisan yang tertunda)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s