Sulit memberi judul untuk tulisan ini…


Mentari itu menyembul dengan malu-malu
matanya berkedip-kedip
lalu muncul dan tersenyum

Cerah. Pertemuan perdanaku dengan mereka, adik-adik etoser 2011.
Bahagia melihat wajah-wajah penuh asa itu.
Memang belum banyak aku mengenal mereka. Tapi paling tidak aku sangat ingat saat-saat akhir masa penentuan nama-nama itu.
Aku yakin, suatu saat nanti, aku bisa menulis tentang mereka semua…
Kali ini cuma mo cerita dikit aja.
Pertama, tentang Muhammad Ramdhani. Betapa tak mudah menemukannya. Peserta seleksi Jakarta. CP yang ada tak dapat dibhubungi.
Di saat yang lain mulai menyerah. Aku tetep keukeuh. Aku searching di google nama ini. Saat yang muncul akun FB, aku cek satu demi satu, tak ketemu, semua yang muncul itu bukanlah orang yang kucari. Bahkan membuka situs sekolahnya, tetap tak ketemu. Saat itu, sebenarnya waktunya sudah habis, udah harus segera diputuskan. Aku tetep tak menyerah. Aku menghubungi beberapa anak sospol. Mungkin ada di data AAI atau data Ospek. Aku meminta tolong beberapa anak sospol untuk ikut mencarikan kontaknya. Tak juga ketemu. Perdebatan tentang Muhammad Ramdhani tak sebentar. Teman2 pun pada bingung. Karena tak kunjung ditemukan, ada masukan untuk mengganti nama lain, mencari nama lain di waiting list. Tapi aku bersikukuh untuk tetap mempertahankannya. Hingga akhirnya di saat aku mulai hopeless, salah satu pendamping mengabarkan sudah dapatkan kontak Ramdhani. Alhamdulillah… Dan ujian tidak berhenti di sini. Ada kesalahan teknis dari panitia seleksi Jakarta. Ramdhani pun harus menunggu keputusan dari manajemen pusat. Akhirnya… semua lega saat ia tetap menjadi bagian dari etoser jogja.

Muhammad Kholidin, alhamdulillah ia pun akhirnya menjadi bagian dari etos, setelah sempat dicancel. Kubayangkan kecewanya saat itu. Hanya karena kesalahan teknis. Alhamdulillah… Kalo memang rezeki, ga akan kemana… ikhwan asli Kendal ini datang ke etos saat briefing bersama ayahnya. Jujur, saat melihat Kholidin mengantar ayahnya ke terminal Jombor pascapertemuan stadium general penerimaan etoser 2011, mataku sempat menghangat. Kalo tanya kenapa, aku pun tak dapat menjawabnya. Apalagi saat ayahnya sedikit menyampaikan sesuatu di forum itu, air mataku berjejalan ingin keluar, alhamdulillah mampu kubendung… hehe 😀 (jadi kangen Bapak)

Tahun ini, dua orang etoser yang harus mengalami pergulatan rasa, dan rezeki Allah memang tak akan kemana.
Tahun lalu, ada pula yang mengalami hal serupa. Terpukul dan terseok, meski akhirnya tetap ada menjadi bagian dari keluarga ini…
Tahun sebelumnya, lebih tragis lagi… Berhari-hari tak ditemukan, lunthang lunthung tak punya tempat tinggal. Bermalam di masjid dan mushola. Subhanallah, ia bertahan dan ia berjuang.
Kisah ini belum seberapa. Para etoser yang berjuang untuk melawan kondisi, dan berjuang untuk memenangkan pertarungan.
Ingin rasanya menulis buku tentang perjuangan mereka yang luar biasa. Suatu saat nanti, semoga Allah mengijabah… (Amiin)

Advertisements

4 thoughts on “Sulit memberi judul untuk tulisan ini…

  1. Membaca cerita diatas membuat saya menitikkan airmata, entah karna kagum atau apa, saya juga tdk mengerti… Kegigihan, kesabaran mereka menjadi inspirasi saya agar tdk mudah putus asa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s