Hati 2#


Orientasi
Makna bahagia
=> Orientasi akan mengantarkan pada makna arti kata BAHAGIA

Apa yang menjadi sumber kebahagiaan kita
Dunia? Akhirat?


Allah menciptakan nikmat sebagai ujian. Sebagaimana IA menciptakan ujian sebagai nikmat.
Allah menciptakan pilihan-pilihan hidup.
Kenapa kita masih saja melihat kaya itu pasti lebih bahagia dari miskin. Tidak!
Status sosial yang tinggi itu lebih bahagia dari pada status sosial yang rendah.
Itu semua timbangan bumi, kawan.
Allah menilai dengan timbangan langit.
Meniti tafsir Qur’an Surat Abasa, maka engkau akan menemukan jawabannya
Satu-satunya timbangan yang harus kita gunakan adalah timbangan langit.
Bukan kita memilih miskin daripada kaya, memilih berstatus sosial rendah dibandingkan yang tinggi. Bukan, bukan untuk itu.
Hanya mengingatkan kita bahwa sesungguhnya itu semua tidak penting dalam timbangan langit.
Sebagai seorang muslim, kita memang harus kaya, tapi kita bukan orang yang mengejar kekayaan. Sebagai seorang muslim, kita memang harus menjadi orang yang terhormat, tapi bukan dengan status sosial. Keluhuran akhlaq, Allah akan menjadikan kita orang yang terhormat.
Sekali lagi, tentang orientasi.
Maka, kita tidak akan menganggap orang kaya itu lebih terhormat daripada orang miskin. Orang berketurunan baik dan berstatus sosial tinggi itu lebih baik dari yang bukan.
Inna akromakum ‘indallahi atqokum…(Q.S.Alhujurat)
Itulah, kunci timbangan Allah dalam memandang manusia. Pun dengan kita, pandangan kita untuk menilai manusai, bukanlah dari timbangan dunia.

-aku melihatnya begitu bahagia, sementara mungkin bagi sebagian besar orang menganggapnya hina di dunia, ia dengan pakaian sederhananya, dengan pekerjaan sederhananya (seorang petani, pekerjaan besar dengan jasa besar yang bagi orang dianggap sederhana), dengan ia yang tak punya kekayaan dunia (meski dengan yang ia punya ia sudah merasa cukup/qana’ah), aku merasakan kebahagiaannya, kekayaan hatinya, kemuliaannya.
Mengucur air mataku karena malu dan takut. Belajar dari seorang imam sholat ied di 1 Syawal tahun ini. Seorang petani kecil. Dengan penampilan sederhana. Dengan bacaan indah yang mampu menenggelamkan hatiku sedalam-dalamnya. Sangat mungkin, ia lebih dimuliakan Allah dibandingkan manusia-manusia yang mungkin nampak lebih bahagia dan lebih terhormat di dunia ini

-aku melihatnya begitu bahagia, seorang bapak-bapak yang melayani jama’ah setiap hari di bulan Ramadhan saat menjelang ifthor, di sebuah masjid. Mungkin itu infaqnya, pekerjaan yang mulia. Aku melihatnya tulus. Dan ternyata, ia kutemui di sebuah perempatan sedang menjajakan koran. Ia meninggalkan pekerjaannya untuk menunaikan amalnya di masjid-

-inspirasi dari membaca tulisan seorang teman, seorang supir bajaj yang tak pernah absen berinfaq setiap subuhnya-

-seorang montir di sebuah bengkel kecil yang begitu indhibatnya dalam aktivitas halaqahnya. Ia yang selalu menjawab seruan tiap seruan jihad dikumandangkan, dengan pengorbanan besarnya-

Aku merasa mereka sungguh mulia. Bisa jadi, mereka jauh dicintai Allah dan dimuliakanNYA dibandingkan dengan orang-orang yang nampak mulia dan nampak lebih bahagia dengan kacamata dunia.
Aku kalah jauh dari mereka.
Masih merasa lebih baik dari mereka???
Lebih kaya? Lebih cantik/cakep? (penting ya? Kecantikan akhlaq itu lebih baik, kawan) Lebih tinggi derajatnya coz status sosial?
Kita jauh dari Zaid bin Haritsah, kita jauh dari Bilal bin Rabah… padahal bisa jadi kalau mereka ada dihadapan kita sekarang, bisa jadi…bisa jadi… kita akan menganggap mereka hina karena mereka hanya seorang budak. Itu jika memang hati kita masih kotor, kawan. Masih menggunakan timbangan dunia.
Inna akromakum’indallahi atqokum…
-menyemangati diri, menguatkan diri, menyerukan motto hidupku kembali-

Advertisements

3 thoughts on “Hati 2#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s