Yang kusayangi..


Image

“Mba, kapan ngaji lagi? Sudah kangen ngaji sama mba Uzy”

(Sari)

“Mba, mangkih ngaji nopo mboten?”

(Tari, hampir setiap hari sms)

“Mba, kami sudah kangen ngaji sama mba uzy lagi.”

(Faris)

Sejak awal 2012 aku mulai sering pulang. Dari situ, aku mulai berinisiatif membuat TPA di mushola samping rumah.

Awalnya istiqomah sepekan dua kali.

Namun, setelah intensitas skripsiku mulai naik, aku agendakan sepekan sekali saja, tetap dua kali pertemuan, Sabtu dan Ahad (kebetulan selama fokus skripsi aku dicutikan dr amanah2, jadi akhir pekan bisa pulang)

Menjelang akhir skripsi, akhirnya aku bilang ke adik-adik… “ngajinya kalo pas mba uzy pulang saja ya, nanti mba kabari. Mba belum tentu sepekan sekali bisa pulang. Nanti biar Faris yang ngabar2i kalo mba pulang.”

Kebetulan Faris yang paling dekat dengan rumahku.

Hampir setiap hari, adik2 satu demi satu mengirimi sms.

“Kita mulai gaji lagi setelah mba ujian ya”

“Mba uzy kapan ujian?”

“Insya Allah tanggal 9 Agustus”

Belum tanggal 9, pengirim yang sama sms lagi, “Mba, kapan ngaji malih?”

aku pun tersenyum… “nanti mba uzy sms kalo mba pulang ya…”

“Ya mba..”

“Mba uzy semoga cepet lulus” (wah, terharu…. terima kasih do’anya. Alhamdulillah sekarang dah lulus ^___^)

Hari terakhir ramadhan, akhirnya ku berjumpa kembali dengan adik2. Temu kangen. Syukuran kelulusanku kecil2an sama adik2. Ngajinya cuma bentar karena pada mau takbiran.

Eh, hari kedua lebaran, dah ada sms lagi.

“Mba, habis lebaran kapan mulai ngaji lagi?” dari beberapa pengirim.

Menjadi kakak buat mereka, dengan 27 adik-adik. Kadang harus menggendong jika ada yang menangis, harus melerai yang pada berantem, harus pinter mendongeng. Yah, itung2 belajar… (sebelumnya lebih banyak mendampingi adik2 asrama, sekarang mengelola anak2, seneng………………)

Pernah suatu sore, aku pulang. Kebetulan agak kurang sehat, Sudah terlanjur ada yang melihatku melintas.

Maka, maghrib pun sudah ramai adik2 memanggil2 namaku. Baiklah, kita ngaji. Dan pusingku alhamdulillah mereda 🙂

Ada seorang ibu yang memintaku mengisi remaja.

“Mbok jangan anak2 thok mbak, yang SMP-SMA juga.”

Insya Allah nanti kalo sudah lebih luang dan lebih sering pulang ya.

Ummiku menambahkan, “kapan ngisi ta’lim ibu2 di rumah?”

Duh, jangan sekarang. Nanti kalo domisili dah di rumah aja. Kalo pulang kampung si…belum jelas habis ini mau kemana :p

Jadi ingat desa di lereng Merbabu yang dulu sering aku singgahi, dan diminta bantu ngisi ibu2 di sana, belum bisa dilanjutkan lagi karena keterbatasan fisik.

Semoga segera kuat, atau segera ada yang bisa antar jemput *halah…manja!!! itu pun kalo pulkam :p

Aku tahu, apa yang kulakukan ini belum seberapa. Jauh sekali dari yang seharusnya.

Aku hanya ingin menyampaikan, aku menyayangi mereka semuanya….

Semoga terus diberikan energi olehNYA…

Semoga, sampai kapanpun Allah menjagaku tuk terus menjadi Muslimah Pejuang!!!!!

Advertisements

2 thoughts on “Yang kusayangi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s