Kisah Menjemput Jodoh


Tulisan setahun yang lalu, tapi masih asyik tuk disimak 🙂

Mengharap BerkahNYA...

Kisah pertama

“sudah lebih dari dua puluh kali aku merasakannya.”
“lebih dari dua puluh kali mbak?” tanyaku dengan spontan.
“iya. Dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun ini telah lebih dari dua puluh kali.” Jawabnya dengan ringan seolah tanpa beban.
Wajah itu nampak tenang dan tegar. Tetap dengan senyum optimisme.
Ia tetap sumringah.
Memang sudah beberapa kali ia berkisah padaku tentang hal ini. Sejak pertama aku mengenalnya. Pertengahan 2007.
Banyak kisah dan pelajaran yang bisa kudapatkan. Sosok yang luar biasa.
Aku belajar banyak darinya.

Kisah kedua

“Zi, perjuanganku untuk menggenapkan separuh dien ini sungguh berat.” Ia bercerita padaku, setelah sekitar dua bulan pernikahannya.
Ia melanjutkan, “Seolah ingin menyerah. Mengkondisikan ibuku. Mengkondisikan kakakku. Aku bahkan pernah sangat emosional saat mendengar alasan-alasan mereka. Setiap diskusi, tak ketemu titik temu. Bahkan tak jarang kami sama-sama menangis, tetap buntu.”
“ibu anti tak sepakat ukh?”
“Ya, aku butuh waktu cukup lama. Banyak hal yang harus aku…

View original post 1,018 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s