Novemberku…


november

Bulan November selalu menjadi bulan istimewa dalam beberapa tahun ini. Semoga momentum istimewa itu menjadi momentum kebaikan. Membawaku untuk lebih baik dan lebih baik lagi.

November 2010, 3 tahun lalu. Erupsi Gunung Merapi. Rumahku termasuk zona yang dianggap kurang aman dengan lokasi kurang dari 20km diukur dari puncak (ngitungnya pake google map). Malam 5 November menjadi puncak erupsi.  Sorenya, kami memutuskan tak ada akhwat yang menginap di posko karena kondisi yang sudah nampak kurang aman. Beberapa relawan ikut menginap di rumahku. Perjalanan kami dari posko menuju rumahpun sudah sangat sulit karena banyak pohon tumbang dan jalan yang licin oleh abu dan air hujan, ditambah tak ada penerangan karena sambungan listrik sudah beberapa hari sebelumnya putus. Tengah malam itu, kiamat kecil Allah hadirkan menjadi peringatan. Tentang malam mencekam ini, pernah menjadi tulisan tersendiri. Cek beberapa tulisan November 2010 di https://muslimahpejuang.wordpress.com/2010/11/ Sepanjang bulan itu menjadi hari-hari istimewa. Momentum November 2010 menjadi momentum dzikr maut, sekaligus Allah menghadirkan sebuah ujian untuk menguji kesabaran. Luar Biasa! Ini tentang keimanan.

merapi

November 2011, 2 tahun yang lalu. November kali ini menjadi bulan puncak, puncak dari sakitku. Ehm… kembali Allah hadirkan peringatan. Pada titik ini, kepasrahan pun memuncak.

“Allah, aku sudah berikhtiar maksimal untuk sehat. Selanjutnya kuserahkan padaMu…”

Meski dua hari sekali bertemu jarum suntik untuk diambil darahnya, intensif dicek perkembangan sakitku sekaligus ngecek respon tubuh terhadap obat yang kukonsumsi. Harus beradu argumen dengan dokter setiap diskusi tentang dosis obat yang harus kuminum. Belum lagi dengan adik-adik yang terus bergantian menemaniku dan sabar menjagaku. Tak dapat terbalaskan oleh apapun, kecuali Allah saja yang membalasnya. Momentum sakitku dua tahun yang lalu itu menjadi momentum terbaik dalam sejarah sakitku. Ya, karena di sana Allah mengujiku dari berbagai sisi. Salah satunya bahwa perjuanganku menyelesaikan kuliah harus terhenti untuk sementara. Bahwa Allah menguji keimananku. Biarlah peristiwa suatu malam itu menjadi milikku dan Allah saja, di mana aku merasa malaikat telah datang menyapaku dan ingin menjemputku. Ujian ukhuwah, ujian berjamaah, ujian kesabaran, dan berbagai ujian-ujian lainnya. Semua ini indah… Bisa juga lihat tulisan November 2011 di  https://muslimahpejuang.wordpress.com/2011/11/ .

Namun sekali lagi, ini masih tentang keimanan.

DSC03014

Kartu RS (PKU, Sardjito, JIH, dan Panti Rapih)

November 2012, 1 tahun yang lalu, akhirnya ini menjadi momentum kebahagiaanku. Bahagia menjadi seorang putri dari Bapak dan Ummi. Air mata mereka tak terbendung saat kumenyerahkan ijazah S1ku pada beliau berdua. Perjuanganku untuk mendapatkannya jauh lebih indah dari selembar kertas itu. Namun begitu, aku percaya, selembar kertas yang mungkin tak begitu berarti itu menjadi bukti bahwa aku telah memenangkan pertarungan. Bahwa hambatan dan ujian telah berhasil kulalui. Betapa aku sangat mencintai ilmuku ini… impian masih kuat tertancap dalam hati. Memang selama aku belajar, bukan selembar kertas itu yang kucari. Namun bagiku, bagaimanapun itu menjadi bukti baktiku pada Bapak dan ummi. Air mata Bulan November setahun yang lalu itu akhirnya menjadi air mata kebahagiaan… Perjuangan itu berakhir dengan indah. Sebenarnya bisa si kalau mau wisuda Agustus, tapi kata dosenku, ga usah buru2, yang penting lulusnya sebelum 7 tahun. Wisudanya ikut November gpp, malah bisa jalan2 dulu tanpa beban pengangguran. Hehe… Tapi sekalian November ada barengan sesama supervisor etos. Kami kompak banget dah 🙂

my graduation

my graduation

Kini, November 2013. Tahun ini. Aku hanya ingin melaluinya dengan kebaikan. Ada satu harapan besar. Bahwa Bulan November ini mungkin akan menjadi bulan transisi dari sebuah proses yang tengah kujalani.

Hehe… peace, ini bukan ‘proses’ yang biasanya bikin pada sensitif itu. Tapi doakan saja semoga proses itu juga. Ups… Aamiiin

Bagiku ini proses penting dalam mewujudkan salah satu impianku. Menunggu jawaban di akhir November, dan semoga aku bisa melanjutkan prosesku hingga akhir. Masih kugantungkan harapan. Semoga Allah mengizinkan aku mencapai impianku itu..

Menatap puncak

Menatap puncak

Ya Allah, 4 kali momentum di Bulan November, doaku semoga November tahun ini Engkau izinkan aku melaluinya dengan baik. Semoga Allah izinkan dan kuatkan. Tak sabar untuk segera mengepakkan sayapku. Semua ini adalah atas dasar kecintaan terhadap ilmuku dan kecintaan terhadap negeri ini.

Proses inilah yang kumaksud, aku tengah menuju ke sana. Dalam kontribusiku sebagai seorang hambaNYA…

Doakan aku kawan, doakan aku teman!!!

Hidup hanya sekali. Maka lakukan yang terbaik dan jangan sia-siakan tiap kesempatan yang kau miliki.

*Sambil menulis surat spesial untuk seseorang. Semoga Allah izinkan aku untuk sampaikan kepadanya… Sangat berharap dipertemukan dengannya segera…

Advertisements

3 thoughts on “Novemberku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s